Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia. PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok sebelum akhirnya dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya. (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia).
===========================================================
Tujuan saya membuat artikel ini karena saya merasa resa melihat
berderah PKI berkibar belakangan ini dan berita-berita tentang PKI. Sampai kapaunpun PKI tidak boleh hidup di
Indonesia. Tolong sebarkan informasi ini, agar kesatuan NKRI tetap terjaga.
Sejarah jangan pernah dilupakan, sejarah
harus diberitahukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan generasi bangsa. Untuk
kewaspadaan nasional jangan lupa dengan sejarah agar dijadikan pelajaran jangan
melakukan kesalahan yang sama.
Sumber : VAO-ISLAM.COM http://goo.gl/3eSLI1
1. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan
slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU
dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari
Pemerintahan RI.
2. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas
desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal
17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)
dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal
hanya karena ANTI NASAKOM.
3. Pertengahan Tahun 1960 :
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan
mencapai 2 (dua) juta orang.
4. Bulan Maret 1962 : PKI resmi
masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno
sebagai Menteri Penasehat.
5. Bulan April 1962 : Kongres PKI.
6. Tahun 1963 : PKI memprovokasi
Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan
dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk
dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan
Malaysia.
7. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas
desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal
10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia),
lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
8. Tahun 1963 : Atas desakan dan
tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti
PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari,
KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan
dan KH. Dalari Umar.
9. Bulan Desember 1964 : Chaerul
Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh
mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
10. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas
desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965
tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah
memfitnah PKI.
11. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua
sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang
dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro
Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan
juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
12. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3
juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI
memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh
Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA
(Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
13. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap
organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar
Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta
membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX
Bandar Betsi.
14. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar
pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih
”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan
Udara.
15. Tanggal 21 September 1965 : Atas
desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal
21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
16. Tanggal 30 September 1965 Pagi :
Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
17. Tanggal 30 September 1965 Malam
: Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga
Puluh) :
a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam)
Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di
LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto,
Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo
Siswomiharjo.
b. PKI juga menculik dan membunuh
Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun
seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil
PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
d. PKI juga menembak putri bungsu
Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani
Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian
ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan
Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu :
Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin
Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
f. Selain Letkol Untung dan
kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai
angkatan, antara lain :
- Angkatan Darat : Mayjen TNI
Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief.
- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko
Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi.
- Angakatan Udara : Men / Pangau
Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono.
- Kepolisian : Brigjen Pol.
Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
18. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di
Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu
di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah
mengambil alih kekuasaan.
19. Tanggal 2 Oktober 1965 :
Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan
mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
20. Tanggal 6 Oktober 1965 :
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha
melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S,
lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
21. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas
Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
22. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI
menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan
Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda
Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat
NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan
jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring
Kabupaten Banyu wangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang
dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga
menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan
kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
23. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor
NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
24. Tanggal 11 November 1965 : PNI
dan PKI bentrok di Bali.
25. Tanggal 22 November 1965 : DN
Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
26. Bulan Desember 1965 : Aceh
dinyatakan telah bersih dari PKI.
27. Tanggal 11 Maret 1966 : Terbit
Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi
wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
28. Tanggal 12 Maret 1966 : Soeharto
melarang secara resmi PKI.
29. Bulan April 1966 : Soeharto
melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
30. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung
Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka
Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang
pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
31. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP
MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH
Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme,
Marxisme dan Leninisme.
32. Bulan Desember 1966 : Sudisman
mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi
ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
33. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI
seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di
wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
34. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI
di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam
puluh) orang NU tewas dibunuh.
35. Pertengahan 1968 : TNI menyerang
Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
36. Dari tahun 1968 s/d 1998 :
Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang
di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
37. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca
Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta
keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru
menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan
aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai
PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI. Dan Ideologi Komunis tidak akan pernah mati,
selama Syetan masih ada di dunia ini.


